JAKARTA, Waynews.id – Umrah suka-suka dengan waktu fleksibel kian diminati. Jamaah bisa mengatur tanggal keberangkatan, maskapai, durasi, hingga opsi destinasi. Prioritasnya perjalanan haji kecil yang aman, nyaman, dan berkesan.
“Umrah mandiri belakangan kembali bermasalah. Mereka berburu promo tiket pesawat, booking hotel, sampai urus visa sendiri. Aman dan nyaman, urusan sekian. Judulnya, bisa umrah murah. Saat berangkat bahagia, ujungnya terlantar di bandara. Fenomena ini oleh Kementerian Agama disebut umrah nonprosedural atau dikenal sebagai umrah backpacker,” ungkap Direktur Jazira Wisata, Nuryadin Yakub, di Jakarta.
Nuryadin mengatakan cukup banyak jamaah umrah mandiri. Data APAC Markets Saudi Tourism, Indonesia mengirim 1,5 juta jemaah umrah pada 2023. Setahun kemudian, Kemenhaj Arab Saudi merilis 1,8 juta jemaah umrah asal Indonesia. Uniknya, Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) 2024 hanya mencatat 1,4 juta jemaah lewat perusahaan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Artinya, ada 400 ribu jamaah lebih berangkat tanpa melalui PPIU resmi,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (DPP AMPUH) yang akrab disapa Adink.
Adink mengatakan, Kementerian Agama tegas melarang umrah jalur backpacker. Ini bertentangan dengan UU No 8 tahun 2019 pasal 86. Risiko besar mengintai seperti pemeriksaan visa, ancaman deportasi, dan pencabutan hak masuk Arab Saudi dalam jangka waktu tertentu.
“Otoritas Saudi memudahkan jemaah umrah, mulai penerbitan visa elektronik hingga fitur terbaru aplikasi Nusuk yang bisa mengakses layanan tanpa koneksi internet. Intinya, jangan nekat ibadah kucing-kucingan tanpa pendampingan travel berizin dan resmi,” tegas Adink.
Dari pada umrah backpacker yang taka man, Adink mengatakan lebih baik ikut program umrah dengan waktu fleksibel, Umrah Suka Suka dari Jazira Wisata dengan SK PPIU No 6223/2023.
“Layanan umrah ini, konsumen adalah sutradaranya. Jamaah diberi fleksibilitas pada 1447 H untuk memilih tanggal keberangkatan, maskapai, durasi, hingga opsi destinasi. Prioritasnya agar perjalanan haji kecil terasa aman, nyaman, dan berkesan,” kata Adink.
Cuci Mata Dulu, Cuci Hati Kemudian
Layanan dari sister company Cheria Holiday ini, kata Adink juga kompromistis. “Pagi ini daftar, besok bisa berangkat. Tidak perlu nunggu musim libur, itinerary bisa diatur,” kata Adink.
Program ini, kata Adink, menyasar keluarga, pasangan suami istri, hingga individu yang berangkat sendiri tanpa keluarga.
“Selain berangkat dengan keluarga, pasutri, ada juga yang berangkat sendirian. Mereka umumnya konsumen yang kosmopolit dan hobi wisata halal. Literasi mereka detail namun fleksibel. Opsi maskapai misalnya, mereka pilih Emirates Airlines, Qatar Airways, atau Etihad Airways,” terang lulusan Magister Keuangan Syariah ITB Ahmad Dahlan ini.
Salah satu komponen suka suka yang bikin konsumen terpikat pada agen travel yang berdiri sejak 29 Oktober 2013 ini adalah gimiknya. Mayoritas pelaku perjalanan wisata mempromosikan umrah plus tur, situasi Jazira Wisata justru dibalik, yaitu Tur Plus Umrah.
“Jamaah kami manjakan dulu pelesir ke sejumlah destinasi wisata halal favorit luar negeri macam Turki, Eropa, Aqso, Dubai, Mesir, Maroko, Uzbekistan, hingga Balkan. Setelah puas cuci mata, mereka bisa maksimal menjalani ibadah umrah dengan khusyuk,” ujar Adink.

.gif)
%20(2).png)
.png)

